Talaga Bodas, #HayuKaPangatikan
Posted at : 18 Apr 2021
Talaga Bodas Garut adalah kawah yang membentuk danau vulkanik dengan airnya yang berwarna putih kehijauan yang terletak di Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan. Kawahnya sendiri statusnya masih aktif, meskipun sudah tidak berbahaya dan aman untuk dikunjungi. Sebagai obyek wisata alam, keindahan kawah ini sebenarnya terkenal sejak jaman Hindia Belanda. Namun, kini popularitasnya tak lagi seperti dulu. Obyek wisata di Garut ini dikelola oleh pihak BKSDA Jawa Barat II dengan penetapan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) pada tahun 1978. Di sini, Kita bisa sejenak merefresh badan dan pikiran kita dengan menikmati keindahan alam dan udara segar yang ada di sekitar kawah. Daerah TWA Kawah Talaga Bodas mempunyai luas 23,85 ha dan terletak pada ketinggian 1512 m di atas permukaan laut dengan konfigurasi umum area berbukit serta kemiringan area yang curam. Daerah Kawah Talaga Bodas mempunyai temperatur rata-rata 24-26 derajat celsius, dengan curah hujan 1321 mm dengan intensitas penyinaran matahari yang sedang. Flora yang dominan area seputar Kawah berupa tanaman sayuran seperti tomat, kol serta rumput ilalang. Keadaan lingkungan kawah cukup baik dengan kebersihan serta bentang alam yang termasuk baik. LOKASI TALAGA BODAS Kawah Talaga Bodas berada di Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan yang melalui akses jalan Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja, Garut. Dari Simpang Lima Garut jaraknya sekitar 25 km atau sejam perjalanan. Rute menuju obyek wisata ini cukup mudah, meski jalannya belum terlalu bagus.Jika dari Bandung, bisa memilih jalan via Garut dan Wanaraja atau bisa juga via Limbangan ke Cibatu, lalu menuju Wanaraja. Kalau mau pakai kendaraan umum, bisa memilih angkutan dengan jurusan Garut dan Wanaraja di Terminal Guntur. Setelah itu, disambung memakai ojek hingga tiba di lokasi. DAYA TARIK TALAGA BODAS Sebelum sampai di lokasi wisata talaga bodas, kita akan disambut oleh pemandangan alam yang menawan. Konturnya berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang tinggi. Penduduk setempat menfaatkannya untuk budidaya sayuran, semisal kol dan tomat. Kawah Talaga Bodas memiliki air yang berwarna layaknya susu dan terkadang juga berwarna hijau muda yang dihiasi kepulan asap yang membumbung tinggi diatasnya. Hati-hati karena air kawah tersebut mengandung gas solfatara yang membuat air kawah Talaga ini sangat asam sehingga bersifat korosif. Talaga Bodas sendiri berada pada ketinggian 1.500 m lebih di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh pemandangan yang luar biasa. Apalagi ditambah dengan view Gunung Galunggung di kejauhan, menambah eksotisme obyek wisata ini. Di pinggir kawah terdapat pemandian air panas. Kolam pemandian ini juga memiliki warna yang hampir sama dengan air kawah, yakni seperti susu dengan sedikit campuran warna hijau. Jangan khawatir karena airnya aman digunakan untuk berendam. Bahkan, konon kandungan belerangnya memiliki khasiat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Sekilas, obyek wisata ini mirip Kawah Putih Bandung karena sama-sama berupa danau vulkanik. SEJARAH TALAGA BODAS Keindahan obyek wisata ini ternyata sudah terkenal sejak jaman Belanda. Konon, di dekat kawah dulu terdapat pekampungan yang bernama Kampung Papandak. Seorang fotografer Belanda keturunan Jerman yang lahir di Kediri bernama Margarethe Mathilde Weissenborn atau yang dikenal dengan panggilan Thilly Weissenborn sempat mengabadikannya dalam sebuah kartu pos pada tahun 1932. Talaga Bodas kala itu menjadi tujuan wisata orang-orang Eropa. Ketenarannya mendorong Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu menetapkan kawah ini sebagai salah satu objek wisata pada 4 Februari 1924. Sayang, kini popularitasnya sudah tak seperti dulu sejak Kampung Papandak terbakar pada tahun 1935.
Artikel Terkait
Penanganan Sampah di Desa Cihuni Pangatikan Garut
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/pmsKUpcJSwc?si=iBH-RWta5ye8FPsj"...
Galeri-video1
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/ULDWp3z6Ojc" title="YouTube vide...